cropped-Desain-tanpa-judul-1.png
Loading ...

Proyek Tol Kediri–Tulungagung Kembali Lanjut, Warga Sambut Kepastian Pembebasan Lahan

Setelah lebih dari satu tahun mandek, proyek pembangunan Jalan Tol Kediri–Tulungagung atau yang dikenal dengan nama Tol Ki Agung akhirnya kembali menunjukkan titik terang. Pemerintah Kabupaten Kediri memastikan bahwa proses pembebasan lahan yang sempat tertunda akan dilanjutkan mulai bulan Juni 2025, menyusul keresahan warga di sejumlah wilayah terdampak, khususnya di Kecamatan Semen dan Kecamatan Mojo.

Informasi ini disampaikan oleh Asisten I Sekretariat Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Kediri, Sukadi. Ia menjelaskan bahwa PT Surya Sapta Agung Tol (SSAT) selaku pelaksana proyek memang telah memprioritaskan pembebasan tanah untuk segmen pertama (Segmen I), yaitu dari Tiron, Banyakan, melewati Bandara Dhoho, hingga Jl. Mayjen Sungkono di Kota Kediri.

“PT SSAT berharap proyek ini tidak berhenti hanya di tahap pengadaan tanah. Mereka ingin memastikan ruas dari Tiron ke Bandara maupun dari Semampir ke Bandara menunjukkan progres nyata. Oleh karena itu, pembebasan tanah di wilayah Semen dan bagian selatan sempat tertunda,” ungkap Sukadi saat diwawancarai.

Percepatan di Penlok II

Sejak April hingga Mei 2025, pemerintah dan pelaksana proyek telah melakukan percepatan proses pembebasan lahan di wilayah Manyaran dan Tiron, yang termasuk dalam Penetapan Lokasi (Penlok) II. Setidaknya lima bidang tanah telah dijadwalkan untuk dieksekusi dalam waktu dekat. Beberapa bidang telah menerima pembayaran tahap pertama, dan dijadwalkan menerima pembayaran tahap kedua dua minggu kemudian.

Langkah ini dinilai krusial karena Tol Ki Agung bukan hanya sekadar jalur penghubung antarwilayah, tetapi juga menjadi infrastruktur penunjang utama Bandara Dhoho. Akses langsung ke bandara diharapkan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan pariwisata Kediri dan sekitarnya.

Target Rampung November 2025

Sukadi juga menginformasikan bahwa pembangunan fisik Tol Ki Agung untuk Segmen I, atau biasa disebut Tol Bandara, ditargetkan rampung pada bulan November 2025. Pembangunan jembatan utama di depan SPBU Semampir direncanakan akan selesai dalam dua tahun ke depan.

“Pengerjaan fisik tol akan segera dimulai setelah pembebasan lahan mencapai target minimal. Kita berharap tidak ada hambatan berarti ke depan,” katanya.

Dampak Luas Proyek

Secara keseluruhan, proyek Tol Ki Agung akan berdampak pada 1.548 bidang tanah di Kabupaten Kediri. Sebanyak 1.082 bidang tersebar di 15 desa di Kecamatan Mojo, sedangkan 466 bidang lainnya berada di lima desa di Kecamatan Semen.

Beberapa wilayah menunjukkan progres pembebasan tanah yang menggembirakan. Di Desa Semen, misalnya, sekitar 70 persen bidang tanah telah berhasil dibebaskan. Sementara itu, di Desa Bobang, 40 persen bidang telah dibayar, dan tingkat persetujuan warga hampir mencapai 100 persen.

Adapun Desa Puhrubuh menjadi salah satu wilayah dengan respons warga paling positif. Seluruh warga telah menyetujui nilai ganti rugi yang ditawarkan, dan saat ini tinggal menunggu realisasi pembayaran.

“Tim sudah melakukan penilaian dan menyampaikan hasilnya. Semua warga setuju, sekarang tinggal menunggu pembayaran saja,” tutur Sukadi.

Harapan dan Tantangan

Kembalinya proses pembebasan tanah ini disambut positif oleh masyarakat, khususnya mereka yang selama ini terdampak ketidakpastian proyek. Warga berharap bahwa pemerintah tidak hanya menjanjikan, tetapi juga benar-benar mengeksekusi pembayaran tepat waktu dan memperhatikan aspek keadilan dalam nilai ganti rugi.

Sementara itu, tantangan masih tetap ada. Persoalan administrasi, penilaian lahan, hingga potensi gugatan perdata bisa saja menghambat progres. Karena itu, Pemkab Kediri bersama PT SSAT diminta bersikap transparan dan responsif terhadap keluhan maupun pertanyaan warga.

Pentingnya Sosialisasi dan Pendampingan

Penting bagi pemerintah dan pihak terkait untuk terus melakukan sosialisasi dan memberikan pendampingan kepada masyarakat, agar mereka memahami proses serta hak-hak mereka. Dengan demikian, resistensi sosial dapat ditekan, dan proyek dapat berjalan lancar tanpa konflik.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Kediri juga diharapkan lebih proaktif dalam mengawal proyek ini, terutama dalam memastikan bahwa proses ganti rugi benar-benar adil, transparan, dan bebas dari potensi maladministrasi.

Proyek Strategis untuk Masa Depan Kediri

Jalan Tol Ki Agung bukan hanya sekadar proyek pembangunan jalan bebas hambatan, melainkan juga salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diharapkan membawa perubahan besar bagi kawasan Kediri dan Tulungagung. Akses cepat ke bandara, distribusi barang dan jasa yang lebih efisien, serta peningkatan nilai lahan merupakan sebagian dari manfaat yang bisa dirasakan dalam jangka panjang.

Dengan dimulainya kembali proses pembebasan lahan, harapan kini menguat bahwa proyek ini benar-benar dapat diselesaikan sesuai rencana dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat luas. Pemerintah, pelaksana proyek, dan warga dituntut untuk terus bekerja sama dan menjaga komunikasi agar pembangunan infrastruktur ini bisa menjadi kebanggaan bersama, bukan sekadar catatan panjang konflik lahan.

Penutup

Kepastian kelanjutan pembebasan lahan untuk Tol Ki Agung menjadi kabar baik bagi warga Kediri. Dengan komitmen yang kuat dan partisipasi aktif dari semua pihak, proyek ini diharapkan berjalan sesuai jadwal dan menjadi tonggak kemajuan infrastruktur yang mendukung kemakmuran wilayah Kediri dan sekitarnya.

Penulis: Tim Media Konstruksi

Untuk mengetahui berita lainnya Baca di: www.mediakonstruksi.id/berita/, www.mediakonstruksi.id/info/