Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyebutkan bahwa pergerakan pemudik Lebaran 2025 sudah mulai terjadi di jalan tol pada Sabtu (22/3/2025). Menhub mengatakan bahwa dirinya bersama Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho memantau sejumlah titik pergerakan pemudik Lebaran di jalur tol Jakarta, Sabtu (22/3/2025) malam.
Menhub mengatakan bahwa sudah mulai ada kenaikan pergerakan masyarakat pada kedua ruas tol tersebut. Hal itu terjadi setelah adanya kebijakan bekerja dari mana saja atau work from anywhere/WFA). “Sudah mulai ada kenaikan pergerakan pemudik di jalan tol. Hal ini tentunya terkait dengan kebijakan WFA (work from anywhere) yang mulai berlaku 24 Maret besok,” tutur Menhub.
Menhub juga memberikan arahan kepada petugas di lapangan agar mengedepankan tiga hal penting meliputi kerja sama dan sinergi, perhatian terhadap hal detail, serta prioritaskan keamanan dan keselamatan pemudik. “Pada setiap kesempatan, saya selalu menyampaikan kepada teman-teman tiga hal penting, yakni kerja sama dan sinergi antar petugas di lapangan, kemudian perhatikan hal detail, karena walaupun angkutan lebaran ini adalah rutinitas tahunan, tapi kita tetap harus berhati-hati dan waspada. Terakhir keamanan dan keselamatan pemudik adalah prioritas kita bersama,” kata Menhub.
Kementerian Perhubungan melalui Badan Kebijakan Transportasi (BKT) telah melakukan survei terkait potensi pergerakan masyarakat selama periode Lebaran tahun 2025. Hasil survei menyebutkan bahwa potensi pergerakan masyarakat selama libur Lebaran tahun ini diprediksi mencapai 146,48 juta jiwa atau setara 52 persen dari total penduduk Indonesia.
Hasil survei juga menunjukkan puncak arus mudik diprediksi terjadi pada H-3 atau 28 Maret 2025 dengan potensi jumlah pergerakan masyarakat sebanyak 12,1 juta orang (dengan penerapan kebijakan WFA). Sedangkan, puncak arus balik diprediksi terjadi pada H+5 atau 6 April 2025 dengan potensi jumlah pergerakan masyarakat sebanyak 31,49 juta orang.
Terdapat lima moda transportasi yang menjadi pilihan utama masyarakat untuk melakukan perjalanan selama libur Lebaran, terbanyak jatuh pada mobil pribadi sebesar 33,69 juta (23 persen), diikuti bus sebesar 24,76 juta (16,9 persen), kereta api antarkota sebesar 23,58 juta (16,1 persen), pesawat 19,77 juta (13,5 persen), dan sepeda motor 12,74 juta (8,7 persen).
Dengan demikian, diharapkan bahwa pergerakan pemudik Lebaran 2025 dapat berjalan lancar dan aman. Kementerian Perhubungan dan pihak terkait siap mendukung dan mengawasi pergerakan pemudik untuk memastikan keamanan dan keselamatan mereka.
Penulis: Tim Media Konstruksi
Untuk mengetahui berita lainnya Baca di: www.mediakonstruksi.id/berita/, www.mediakonstruksi.id/info/

