Perayaan Lebaran 2025 menjadi momentum penting bagi PT Hutama Karya (Persero), pengelola Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), yang mencatatkan lonjakan signifikan volume kendaraan selama periode arus mudik dan balik. Dalam rentang waktu H-10 hingga H+10 Lebaran atau dari 21 Maret hingga 10 April 2025, tercatat total 2.923.754 kendaraan melintasi seluruh ruas tol di jaringan JTTS, baik yang operasional maupun fungsional.
Angka ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dan menandai semakin besarnya peran JTTS dalam mendukung mobilitas masyarakat di Pulau Sumatera. Volume tersebut merupakan gabungan dari 2.746.461 kendaraan yang melewati ruas tol operasional, serta 177.293 kendaraan di ruas tol fungsional seperti Tol Palembang – Betung Seksi 2, Tol Pekanbaru – Padang Seksi Padang – Sicincin, dan Tol Sigli – Banda Aceh Seksi 1.
Lonjakan Lalu Lintas dan Kontribusi Ruas Baru
Direktur Operasi III Hutama Karya, Koentjoro, menjelaskan bahwa peningkatan lalu lintas tidak hanya dipengaruhi oleh meningkatnya mobilitas saat Lebaran, tetapi juga oleh dibukanya dua ruas tol baru: Tol Betung – Tempino – Jambi Seksi 3 (Bayung Lencir – Tempino) dan Tol Binjai – Langsa Seksi 3 (Tanjung Pura – Pangkalan Brandan). Kedua ruas ini mulai beroperasi pada akhir 2024 dan awal 2025, dan langsung berkontribusi pada peningkatan volume kendaraan.
Puncak arus mudik tercatat pada 28 Maret 2025 dengan 140.362 kendaraan, meningkat 47,4% dari volume lalu lintas (VLL) normal. Sementara itu, puncak arus balik terjadi pada 6 April 2025 dengan 180.722 kendaraan, melonjak hingga 90,06% dibandingkan hari biasa. Hal ini mencerminkan besarnya ketergantungan masyarakat terhadap JTTS sebagai jalur utama transportasi selama musim mudik dan balik.
Ruas Tol Paling Sibuk dan Peningkatan Tertinggi
Ruas Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung menjadi yang tersibuk dengan total trafik 436.787 kendaraan. Jalur ini merupakan koridor vital yang menghubungkan wilayah Lampung dan Palembang, dua kota penting di Sumatera bagian selatan. Sementara itu, Tol Sigli – Banda Aceh mencatatkan lonjakan persentase tertinggi dibandingkan VLL normal, yakni 238,48%, berkat pengoperasian seksi baru Padang Tiji – Seulimeum.
Di sisi ruas fungsional, Tol Pekanbaru – Padang Seksi Padang – Sicincin menjadi primadona dengan trafik tertinggi mencapai 105.691 kendaraan. Tol ini merupakan jalan tol pertama di Sumatera Barat dan langsung disambut antusias oleh masyarakat karena dapat mengurangi beban jalan nasional di wilayah tersebut.
Strategi Pengelolaan Trafik: Efisien dan Responsif
Dalam menghadapi lonjakan lalu lintas, Hutama Karya menerapkan strategi komprehensif. Salah satu langkah efektif adalah pemberlakuan potongan tarif tol sebesar 20% yang diterapkan selama delapan hari, yakni pada 24–27 Maret, 3–4 April, dan 8–9 April 2025. Kebijakan ini terbukti mendorong distribusi arus kendaraan secara lebih merata dan mengurangi kepadatan pada hari-hari puncak.
Selain itu, implementasi kebijakan Work From Anywhere (WFA) juga turut membantu mendistribusikan pergerakan kendaraan. Untuk mendukung kebijakan tersebut, Hutama Karya menyediakan co-working space yang dilengkapi dengan fasilitas WiFi gratis di delapan rest area JTTS, menjadikan perjalanan tetap produktif dan nyaman.
Layanan Mudik Humanis dan Teknologis
Dalam aspek pelayanan, Hutama Karya menghadirkan Posko Mudik BUMN di enam titik rest area strategis seperti di Tol Terbanggi Besar – Kayu Agung, Tol Indralaya – Prabumulih, dan Tol Pekanbaru – Dumai. Posko-posko ini melayani 1.256 pengunjung dengan menyediakan berbagai fasilitas seperti pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian takjil, ruang laktasi, zona bermain anak, hingga stasiun pengisian daya.
Dari sisi teknologi, Hutama Karya memanfaatkan sistem Intelligent Traffic System (ITS) berbasis Artificial Intelligence (AI) yang terintegrasi melalui aplikasi HK Toll Apps dan dashboard monitoring. Sistem ini memungkinkan pemantauan lalu lintas secara real-time dan pengambilan keputusan cepat untuk merespons kondisi darurat. Selama periode mudik Lebaran 2025, tercatat sebanyak 1.415 pengguna baru mengunduh aplikasi ini.
Penambahan 1.400 unit mobile reader, 24.200 kartu uang elektronik di titik top-up, dan penambahan gardu tol juga berperan besar dalam memperlancar arus kendaraan, terutama di gerbang-gerbang tol yang padat. Respons cepat terhadap gangguan cuaca dan kondisi darurat juga menjadi kunci suksesnya operasional tanpa kemacetan berarti selama masa mudik.
Apresiasi dan Komitmen ke Depan
Koentjoro menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam mendukung kelancaran arus mudik dan balik di JTTS, termasuk Kementerian BUMN, Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, BPJT, TNI-Polri, serta seluruh instansi terkait lainnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para pengguna jalan yang telah mempercayakan perjalanannya kepada JTTS. “Evaluasi tahun ini akan menjadi bekal penting untuk terus meningkatkan pelayanan di masa mendatang. Komitmen kami tetap sama, yakni menghadirkan jalan tol yang aman, nyaman, dan handal bagi seluruh pengguna,” tutup Koentjoro.
Penutup
Capaian selama arus mudik dan balik Lebaran 2025 menjadi bukti bahwa Jalan Tol Trans Sumatera telah menjadi tulang punggung transportasi di Sumatera. Dengan strategi yang matang, dukungan teknologi, serta pelayanan humanis, Hutama Karya membuktikan bahwa infrastruktur bukan hanya soal konektivitas, tetapi juga soal kualitas pengalaman perjalanan.
Penulis: Tim Media Konstruksi
Untuk mengetahui berita lainnya Baca di: www.mediakonstruksi.id/berita/, www.mediakonstruksi.id/info/

