Pembangunan infrastruktur strategis terus digencarkan pemerintah melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN), salah satunya adalah proyek Jalan Tol Betung–Tempino–Jambi yang kini tengah dikerjakan oleh PT Hutama Karya (Persero). Proyek tol sepanjang 170 kilometer ini menjadi bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Sumatera yang memiliki peran vital dalam memperkuat konektivitas wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatera, khususnya di Jambi dan Sumatera Selatan.
Tak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, proyek ini juga membawa dampak langsung bagi masyarakat sekitar. Hutama Karya mencatat, selama masa konstruksi berlangsung, sebanyak 4.620 lapangan kerja telah tercipta. Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur bukan hanya tentang beton dan aspal, tetapi juga tentang menciptakan peluang kerja, menggerakkan ekonomi lokal, serta memberikan efek domino terhadap sektor lain seperti UMKM dan jasa logistik.
Terbagi dalam Empat Seksi, Satu Sudah Beroperasi
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya, Adjib Al Hakim, menjelaskan bahwa proyek ini dibagi menjadi empat seksi utama. Di antara keempatnya, Seksi 3 Ruas Bayung Lencir–Tempino telah selesai dibangun dan kini sudah beroperasi. Seksi ini sebelumnya dikerjakan oleh Konsorsium KSO Hutama Karya melalui skema Dukungan Konstruksi, sebagai bagian dari strategi percepatan pembangunan infrastruktur nasional.
Berikut ini progres terkini masing-masing seksi:
-
Seksi 1: Betung–Tungkal Jaya (62,38 km)
-
Progres konstruksi: 15,29%
-
Pembebasan lahan: 25,47%
-
-
Seksi 2: Tungkal Jaya–Bayung Lencir (54,32 km)
-
Progres konstruksi: 4,79%
-
Pembebasan lahan: 20,25%
-
-
Seksi 4: Tempino–Ness (18,5 km)
-
Progres konstruksi: 80,04%
-
Pembebasan lahan: 98,72%
-
-
Seksi 3: Bayung Lencir–Tempino
-
Telah beroperasi
-
Adjib menyampaikan bahwa penyelesaian dari ketiga seksi lainnya direncanakan secara bertahap mulai Juni 2025 hingga kuartal keempat tahun 2026. Meski menghadapi tantangan dalam hal pembebasan lahan, Hutama Karya terus melakukan koordinasi dengan pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, agar proses konstruksi berjalan lancar.
Teknologi Modern Percepat Konstruksi
Untuk menjaga efisiensi dan ketepatan waktu dalam pengerjaan proyek berskala besar ini, PT Hutama Karya mengandalkan berbagai inovasi teknologi konstruksi terkini. Beberapa teknologi yang digunakan meliputi:
-
Building Information Modelling (BIM):
Teknologi ini memungkinkan integrasi desain digital secara menyeluruh. Dengan BIM, perencanaan, simulasi, dan pengawasan proyek bisa dilakukan dengan presisi tinggi. -
UAV Lidar (Unmanned Aerial Vehicle–Light Detection and Ranging):
Digunakan untuk pemetaan topografi secara real-time, UAV Lidar mempermudah tim konstruksi dalam mengukur dan memahami kontur lahan proyek secara akurat. -
Dashboard ArcGIS:
Platform berbasis GIS (Geographic Information System) ini digunakan untuk pemantauan harian progres konstruksi. Data dari lapangan dikumpulkan dan disajikan dalam bentuk visual yang informatif, memungkinkan pengambilan keputusan secara cepat dan tepat.
Teknologi-teknologi tersebut diintegrasikan untuk mendukung pengelolaan proyek yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap tantangan lapangan.
Konektivitas Lebih Luas Menuju Masa Depan
Menurut Adjib, keberhasilan proyek Tol Betung–Tempino–Jambi akan membuka jalan bagi kelanjutan pembangunan jaringan jalan tol ke arah utara. Salah satunya adalah rencana pembangunan Tol Jambi–Rengat, yang saat ini masih dalam tahap perencanaan.
“Jika rampung, harapannya pembangunan tol ini dapat terus dilanjutkan melalui Tol Jambi–Rengat agar konektivitas Jalan Tol Trans Sumatera semakin terbuka,” ujar Adjib.
Kehadiran jaringan tol yang terintegrasi di Sumatera bukan hanya akan mempersingkat waktu tempuh antarprovinsi, tetapi juga memperkuat rantai pasok logistik, membuka akses pasar bagi produk-produk lokal, serta menarik investasi baru ke daerah-daerah yang sebelumnya kurang terjangkau.
Komitmen Penuh untuk Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Proyek Jalan Tol Betung–Tempino–Jambi adalah bukti nyata komitmen pemerintah melalui BUMN untuk menghadirkan pembangunan yang merata hingga ke luar Pulau Jawa. Hutama Karya sebagai pelaksana proyek tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga pada aspek sosial dan ekonomi.
Dengan terciptanya ribuan lapangan kerja, terbukanya peluang usaha, serta peningkatan akses dan konektivitas, proyek ini diharapkan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi di wilayah Jambi dan Sumatera Selatan.
Sebagaimana visi besar dari Jalan Tol Trans Sumatera, proyek ini bukan hanya sekadar jalur transportasi, tetapi juga menjadi urat nadi pembangunan nasional yang menyatukan daerah, mempercepat distribusi, dan mengangkat potensi ekonomi lokal ke tingkat yang lebih tinggi.
Penulis: Tim Media Konstruksi
Untuk mengetahui berita lainnya Baca di: www.mediakonstruksi.id/berita/, www.mediakonstruksi.id/info/

