Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmen kuat dalam melanjutkan pembangunan infrastruktur strategis nasional. Salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut adalah penetapan 77 Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Dalam daftar tersebut, Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera yang terintegrasi dengan utilitas dari Lampung hingga Banda Aceh secara resmi masuk sebagai proyek prioritas negara.
Tol Trans Sumatera merupakan salah satu infrastruktur paling ambisius dalam sejarah pembangunan Indonesia. Proyek ini tidak hanya ditujukan untuk memperkuat konektivitas antarprovinsi di Pulau Sumatera, tetapi juga untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi kawasan, mempercepat distribusi logistik, dan memperluas pemerataan pembangunan hingga ke ujung barat Indonesia, yakni Aceh.
Salah satu ruas penting yang sangat dinantikan kelanjutannya adalah ruas Sigli–Langsa yang menghubungkan kawasan timur Aceh. Warga Aceh dan para pengguna jalan, khususnya pengemudi angkutan barang, menyambut baik dimasukkannya ruas ini ke dalam PSN.
“Kami para sopir truk sangat berharap pembangunan Tol Trans Sumatera dari Lampung ke Banda Aceh bisa segera rampung. Jalur ini sangat vital bagi kami yang setiap hari mengangkut barang dari Pulau Jawa ke Aceh. Dengan adanya tol, waktu dan biaya perjalanan akan jauh lebih efisien,” ungkap Boyni, seorang sopir truk lintas Aceh–Jakarta.
Keluhan para sopir seperti Boyni bukan tanpa alasan. Saat ini, sebagian besar perjalanan lintas Sumatera masih bergantung pada jalur nasional yang padat, berliku, dan memakan waktu lama. Tol yang mulus dan cepat sangat dibutuhkan untuk mengurangi kelelahan pengemudi, menurunkan angka kecelakaan, dan mempercepat arus barang dan orang.
Menanggapi aspirasi masyarakat tersebut, Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H. Ruslan M. Daud, S.E., M.A.P. yang akrab disapa HRD, menyatakan dukungannya terhadap percepatan pembangunan Tol Trans Sumatera. Ia menegaskan kesiapannya untuk mengawal dan memperjuangkan proyek ini agar bisa segera terealisasi.
“Harapan masyarakat Aceh dan Sumatera secara umum adalah agar Tol Trans Sumatera bisa tersambung penuh dari Lampung hingga Banda Aceh. Saya, sebagai wakil rakyat dan anggota Komisi V yang membidangi infrastruktur, akan terus mendorong realisasi pembangunan tol ini,” ujar HRD saat diwawancarai di Jakarta, Senin (28/4/2025).
Sebagai anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, HRD memiliki akses langsung untuk mendorong alokasi anggaran melalui koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Perhubungan, serta kementerian-kementerian strategis lainnya yang terlibat dalam pembangunan infrastruktur nasional.
“Dengan terbangunnya ruas-ruas tol baru, termasuk Sigli–Langsa, dampak ekonomi yang dihasilkan akan sangat besar. Akses antarwilayah akan lebih cepat, biaya transportasi menurun, dan daerah-daerah yang selama ini terisolasi bisa terbuka dan berkembang,” imbuhnya.
Tol Trans Sumatera secara keseluruhan dirancang membentang sejauh ±2.800 kilometer dari Lampung di ujung selatan hingga Banda Aceh di utara. Proyek ini dibagi dalam sejumlah ruas yang dibangun secara bertahap. Beberapa seksi seperti Bakauheni–Terbanggi Besar, Medan–Binjai, dan Sigli–Banda Aceh telah selesai dan beroperasi, memberikan dampak langsung terhadap kelancaran transportasi di wilayah tersebut.
Namun, masih banyak ruas tol yang pembangunannya tertunda karena berbagai kendala, mulai dari pembebasan lahan, alokasi anggaran, hingga aspek teknis lainnya. Dengan masuknya proyek ini ke dalam daftar PSN di bawah pemerintahan Prabowo, diharapkan semua hambatan tersebut bisa diatasi dengan koordinasi lintas kementerian dan dukungan politik yang kuat.
HRD juga menyoroti pentingnya keterlibatan pemerintah daerah dan masyarakat lokal dalam menyukseskan proyek ini. “Kunci keberhasilan pembangunan infrastruktur bukan hanya di tangan pusat, tapi juga ada pada sinergi daerah. Pemerintah daerah harus aktif memfasilitasi perizinan dan pembebasan lahan, sementara masyarakat perlu mendukung demi kemajuan bersama,” jelasnya.
Sebagai legislator yang berasal dari Aceh, HRD merasa bertanggung jawab untuk memastikan bahwa proyek infrastruktur seperti Tol Trans Sumatera tidak berhenti di tengah jalan. Menurutnya, pembangunan tol ini adalah bagian dari upaya besar untuk memperkuat posisi Aceh dalam peta ekonomi nasional.
“Ini bukan sekadar proyek jalan, tapi simbol integrasi dan keadilan pembangunan bagi seluruh rakyat Indonesia, termasuk Aceh yang berada di ujung barat. Kami ingin memastikan bahwa Aceh tidak tertinggal,” pungkasnya.
Dengan semangat pembangunan yang terus digelorakan di awal periode pemerintahan Presiden Prabowo, masyarakat berharap bahwa proyek Tol Trans Sumatera dari Lampung ke Banda Aceh benar-benar bisa rampung dalam waktu dekat. Jalan tol ini akan menjadi tulang punggung transportasi Sumatera, sekaligus jembatan penghubung kemajuan dan kesejahteraan bagi jutaan warga di pulau terbesar kedua di Indonesia tersebut.
Penulis: Tim Media Konstruksi
Untuk mengetahui berita lainnya Baca di: www.mediakonstruksi.id/berita/, www.mediakonstruksi.id/info/

